Jumat, 08 Oktober 2010

Pendidikan Sebagai Sistem



1.       Pengertian pendidikan sebagai system
Pendidikan adalah karya bersama yang berlangsung dalam suatu masyarakat tertentu. Dengan demikian pendidikan  nasional suatu bangsa, merupakan sisitem sosial dan dan salah satu sector dalam keseluruhan kehidupan bangsa.
Istilah sistem berasal dari bahasa yunani "systema" yang berarti sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan  secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.
Menurut Zahara Idris(1987) Sistem adalah satu kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen atau elemen-elemen atau unsusr-unsur  sebagai sumber yang mempunyai  hubungan fungsional yang teratur, tidak secara acak yang salaing membantu untuk mencapi suatu hasil (Product). Contoh tubuh manusia merupakan satu jaringan daging, otak, urat-urat, dll yang komponen mempunyai fungsi masing-masing yang satu dengan  yang lain  satu sama lain saling berkaitan sehingga mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pendidikan merupakan suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Suatu usaha pendidikan menyangkut tiga unsur pokok yaitu unsur masukan, unsur proses usaha itu sendiri, dan unsur hasil usaha
Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan (1979) menjelaskan bahwa pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai  unsur-unsur tujuan sasaran pendidikan, peserta didik, pengelola pendidikan, struktur atau jenjang, kurikulum dan fasilitas. Setiap sistem pendidikan ini saling mempengaruhi.

PH Combs  (1982) mengemukakan dua belas komponen pendidikan sebagai berikut:
a.  Tujuan dan Prioritas adalah fungsi mengarahkan kegiatan. Hal ini merupakan informasi  apa yang hendak dicapai oleh sisitem pendidikan  dan urutan pelaksanaanya
b.  Peserta didik adalah  fungsinya belajar diharapkan peserta didik mengalami proses perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan sistem pendidikan
c. Manajemen atau pengelolan adalah fungsinya mengkoordinasi, mengarahkan dan menilai sistem pendidikan
d. Struktur dan jadwal waktu adalah mengatur pembagian waktu dan kegiatan
e.  Isi dan bahan pengajaran adalah mengambarkan luas dan dalamnya bahan pelajaran yang harus dikuasai peserta didik.
f.   Guru dan pelaksanaan adalah menyediakan bahan pelajaran  dan menyelengarakan proses belajar untuk peserta didik
g. Alat bantu belajar adalah fungsi membuat proses pendidikan  yang lebih menarik dan bervariasi
h.  Fasilitas adalah fungsinya untuk tempat terjadinya proses pembelajaran
i.    Teknologi adalah fungsi memperlancar dan meningkatkan hasil guna proses pendidikan
j.   Pengawasan mutu adalah fungsi membina peraturan dan standar pendidikan
k. Penelitian adalah fungsi memperbaiki dan mengembangkan ilmu pengetahuan
l.   Biaya adalah fungsinya memperlancar proses pendidkan
        
   Menurut UU republik Indonesia no.2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional adalah usaha sadar untuk  menyiapkan   peserta didik  melalui bimbingan , pengajaran,  atau latihan bagi peranannya  dimasa yang akan datang. 

Menurut Zahar Idris (1987) pendidikan nasional sebagai  suatu sistem adalah karya  manusia`yang terdiri dari komponen- komponen yang mempunyai hubungan fungsional dalam rangka membantu terjadinya proses transformasi atau perubahan tingkah laku seseorang
Dalam aktivitas ada enam faktor pendidikan yang dapat membentuk pola interaksi atau saling mempengaruhi.
2.       Faktor-Faktor Pendidikan
Adapun ke-6  faktor pendidikan tersebut, meliputi :
a. Faktor tujuan
Pancasila yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah dasar negara, kepribadian, tujuan dan pandanga hidup bangsa indonesia. Begitu pula dengan pendidikan yang dilaksanakan di Indonesia. Pancasila menjadi dasar sisitem nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai mana yang termaktup dalam UUD 1945 dan pancasila
Pendidikan di Indonesia memiliki landasan ideal adalah pancasila, landassan konstitusional ialah UUD  1945 dan landasan operasional ialah ketetapan MPR tentang GBHN

Faktor  tujuan Adalah usaha pencapaian oleh peserta didik tentang hasil praktek pendidikan baik dilingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat secara luas. Dalam sistem pendidikan nasional,tujuan umum pendidikan dijabarkan dari falsafah bangsa,yakni pancasilamakna tujuan pendidikan nasional itu membentuk manusis indonesia yang bisa mandiri dalam konteks kehidupan pribadinyakehidupan bermasyarakat,bebangsa dan bernegara,seta kehidupan sebagai makhluk yang beragama(ketuhanan yang maha esa).

Hal-hal yang menyebabka terjadinya pekhususan tujuan umum:

1. karakteristik anak didik;tingkat kemampuan:tingkat perkembangna kognitif,bakat,minat jenis kelamin dan sebagainya.
2. Tuntutan persyaratan pekerjaan dilapangan yang merupakan pencapaian tujuan anak didik
3. .Perbedaan pandangan hidup masing-masing bangsa
4. perbedaan tujuan yang ingin dicapai masing-masing lembaga atau jalur pendidikan sekolah,jalur pendidikan diluar sekolah termasuk pendidikan keluarga yang mempunyai fungsi yang berbeda.

b. Faktor pendidikan

Dalam hal ini kita dapat membedakan pendidikan itu menjadi 2 kategori, yaitu:

1. Pendidik menurut kodrati, yaitu orang tua dan
2. Pendidik menurut jabatan yaitu guru.

Pendidik yang bersifat kodrati dan sebagai orang tua wajib pertama sekali memberikan didikan kepada anaknya, selain asuhan, kasih sayang, perhatian dan sebagainya.Sedangkan pendidikan menurut jabatan, yaitu guru. Guru adalah sebagai pendidik yang menerima tanggung jawab dari tiga pihak yaitu orang tua, masyarakat dan Negara. Tanggung jawab dari orang tua diterima guru atas kepercayaan yang mampu memberikan pendidikan dan pengajaran dan diharapkan pula dari pribadi guru dapat memancarkan sikap-sikap yang normatif baik, sebagai kelanjutan dari sikap dan sifat orang tua pada umumnya.

c. Faktor peserta didik
Adalah orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan. Peserta didik sebagai manusia yang belum dewasa merasa tergantung kepada pendidikannya, peserta didik merasa bahwa ia memiliki kekurangan-kekurangan tertentu, ia menyadari bahwa kemampuan masih sangat terbatas.

d. Faktor isi / materi pendidikan faktor alat pendidikan
Pengajaran yang baik adalah Alat Pendidikan yang terutama.[ Alat Pendidikan merupakan faktor pendidikan yang sengaja dibuat dan digunakan demi pencapaian tujuan pendidikan .
Yang dimaksud dengan alat pendidikan adalah seperti apa yang dikatakan oleh Amir Daien Indrakusuma adalah langkah-langkah yang diambil demi kelancaran proses pelaksanaan pendidikan, ada sejumlah alat pendidikan yang digunakan dalam pendidikan Islam.

1. Pembiasaan

Ahmad tafsir berpendapat bahwa pembiasaan adalah pengulangan terhadap segala sesuatu yang dilaksanakan atau yang diucapkan oleh seseorang. Misalnya, anak-anak dibiasakan bangun pagi atau hidup bersih, maka bangun pagi atau hidup besih adalah suatu kebisaan. Hampir semua ahli pendidikan sepakat untuk membenarkan pembiasaan sebagai salah satu upaya pendidikan

2. Keteladanan

Telah diakui bahwa kepribadian Rasul sesungguhnya bukan hanya teladan buat suatu masa, satu generasi, satu bangsa, atau satu golongan tertentu, tetapi merupakan teladan universal, untuk seluruh manusia dan generasi.
Menurut al-Nahlawi, pendidikan melalui teladan ini dapat diterapkan baik secar sengaja maupun tidak sengaja. Keteladanan yang tidak sengaja adalah keteladanan dalam keilmuan, kepemimpinan, sifat keikhlasan, dan lain-lain. Sedangkan keteladanan yang disengaja adalah memberi contoh membaca yang baik, mengerjakan shalat yang benar, dan sebagainya. Dalam pendidikan Islam kedua macam keteladanan tersebut sama-sama pentingnya.
Ditinjau dari wujudnya, alat pendidikan dapat berupa:

a. Perbuatan Mendidik (biasa disebut software); mencakup nasihat, teladan, larangan, perintah, pujian, teguran, ancaman, dan hukuman.

b. Benda-benda sebagai alat Bantu (biasa disebut hardware); mencakup meja kursi, belajar, papan tulis, penghapus, kapur tulis, OHP, dan sebagainya.
yang termasuk dalam arti / materi pendidikan ialah segala sesuatu oleh penddidk yang akan langsung disampaikan kepada peserta didik.

e. Faktor metode pendidikan
Agar interaksi dapat berlangsung baik dan tercapai tujuan, maka disamping dibutuhkan pemilihan materi pendidikan yang tepat, perlu dipilih metode yang tepat pula. Metode adalah cara menyampaikan materi untuk mencapai tujuan pendidikan. Kegiatan pendidikan berlangsungmenggunakan alat-alat pendidikan . lat pendidikan dapat bersifat tindakan dan kebendaan.

f. Faktor lingkungan
Lingkungan dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan dan perkembangan manusia. Para ahli membedakan jenis lingkungan menjadi lingkungan alam (seperti: binatang, tumbuh-tumbuhan, iklim, air, gedung, dan rumah); dan lingkungan sosial (seperti: keluarga, sekolah, dan masyarakat).
















Daftar Pustaka

Hartoto. 2009. Definisi pendidikan.
Ihsan, Fuad. 2005. Dasar- dasar Kependidikan. Jakarta : Rineka Cipta
Pidarta, Made .2007. Landasan Kependidikan. Jakarta : Rineka Cipta
Wahyudin, Dinn. 2007. Pengantar Pendidikan. Jakarta : Universitas Terbuka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar