Sabtu, 09 Oktober 2010

Reaksi Kation

Dalam  analisis  kualitatif  sistematis,  kation-kation  diklasifikasikan  dalam  lima  golongan,  berdasarkan
sifat-sifat  kation  itu  terdapat  beberapa  reagensia.  Reagensia  yang  umum  dipakai  diantaranya  :  asam
klorida, Hidrogen sulfide, Amonium sulfide, dan Amonium karbonat. Klasifikasi kation berdasarkan atas
apakah  suatu  kation  bereaksi  dengan  reagensia,  reagensia  ini  dengan  membentuk  endapan  atau  tidak
boleh  dikatakan  bahwa  klasifikasi  kation  yang  paling  umum  didasarkan  atas  perbedaan  kelarutan  dari
klorida, sulfide, dan karbonat dari kation tersebut.

Reagensia yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah:
1. HCL
2. H2S
3. (NH4)2S
4. (NH4)2CO3

Klasifikasi  ini  didasarkan  atas  apakah  suatu  kation  bereaksi  dengan  reagen-reagen  sia  ini  dengan
membentuk  endapan  atau  tidak.  Klasifikasi  katipon  yang  paling  umum  didasarkan  atas  perbedaan
kelarutan dari klorida, sulfat dan karbonat dari kation tersebut

Kelima golongan kation dan ciri-ciri khas golongan-golongan ini adalah sebagai berikut:

GOLONGAN I
Kation golongan I  : Timbel(II), Merekurium(I), dan Perak(I)
Pereaksi golongan  : Asam klorida encer(2M)
Reaksi golongan  :  endapan  putih  timbale  klorida  (PbCL2),  Merkurium(I)  klorida  (Hg2CL2),
  dan   perak klorida (AgCL)
Kation golongan  I membentuk klorida-klorida yang  tak  larut, namun  timbale klorida sedikit  larut dalam
air, dan karena itu timbal tak pernah  mengendap dengan sempurna bila ditambahkan asam klorida encer
kepada  suatu  cuplikan  ion  timbal  yang  tersisa  itu  diendapkan  secara  kuantitatif  dengan  H2S  dalam
suasana asam bersama-sama kation golongan II
Nitrat dari kation-kation golongan  I  sangat mudah  larut diantara  sulfat-sulfat,  timbal praktis  tidak  larut,
sedang perak  sulfat  jauh  lebih banyak. Kelarutan merkurium(I)  sulfat  terletak diantara kedua zat diatas.
Bromide dan iodide juga tidak larut. Sedangkan pengendapan timbal halide tidak sempurna dan endapan
itu mudah sekali larut dalam air panas.sulfida tidak larut asetat-asetat lebih mudah larut, meskipun perak
asetat  bisa mengendap  dari  larutan  yangagak  pekat. Hidroksida  dan  karbonat  akan  diendapkan  dengan
reagensia yang jumlahnya ekuivalen.tetapi pada reagensia berlebih, ia dapat bergerak dengan bermacam-
macam cara dimana ada perbedaan dalam sifat-sifat zat ini terhadap ammonia

GOLONGAN II
Kation golongan II  :  Merkurium(II),  timbal(II),  bismuth(III),  tembaga(II),  cadmium(II),  arsenic(III)
dan(V), stibium(III),  dan timah(II)

Reagensia golongan  : hydrogen sulfide(gas atau larutan-air jenuh)
Reaksi golongan  :  endapan-endapan  dengan  berbagai  warna  HgS  (hitam),  PbS  (hitam),
Bi2S3(coklat), AS2S3 (kuning), Sb2S3 (jingga), SnS2 (coklat) dan SnS2 (kuning)

Kation-kation  golongan  II  dibagi  menjadi  2  sub  golongan,  yaitu  sub.  Golongan  tembaga  dan  sub.
Golongan  arsenic. Dasar pembagian  ini  adalah kelarutan  endapan  sulfide dalam  ammonium polisulfida
sub.  Golongan  tembaga  tidak  larut  dalam  reagensia  ini.  Sulfide  dari  sub.  Golongan  arsenic  melarut
dengan membentuk garam tio

GOLONGAN III
Kation golongan III  :
Fe2+
, Fe
3+
, Al
3+
, Cr
3+
, Cr
6+
, Ni
2+
, Cu2+
, Mn2+
, dan Mn7+
, Zn2+

Reagensia golongan  : H2S(gas/larutan air  jenuh) dengan adanya ammonia dan ammonium klorida atau
larutan ammonium sulfide
Reaksi golongan  : endapan dengan berbagai warna FeS  (hitam), Al(OH)3  (putih), Cr(OH)3    (hijau),
NiS (Hitam), CoS (hitam), MnS (merah  jambu), dan Zink sulfat (putih)

Logam  golongan  ini  tidak  diendapkan  oleh  reagensia  golongan  untuk  golongan  I  dan  II  tetapi  semua
diendapkan dengan  adanya  ammonium klorida oleh H2S dari  larutan  yang  telah dijadikan basa dengan
larutan  ammonia.  Logam-logam  ini  diendapkan  sebagai  sulfide,  kecuali  Al
3+
  dan  chromium  yang
diendapkan  sebagai  hidroksida,  karena  hidroksida  yang  sempurna  dari  sulfide  dalam  larutan  air,  besi,
aluminium, dan kromium(sering disertai sedikit mangan) juga diendapkan sebagai hidroksida oleh larutan
amonia dengan adanya ammonium klorida,  sedangkan  logam-logam  lain dari golongan  ini  tetap berada
dalam  larutan  dan  dapat  diendapkan  sebagai  sulfide  oleh H2S. maka  golongan  ini  bisa  dibagi menjadi
golongan besi(besi, aluminium, mangan dan zink) atau golongan IIIB
GOLONGAN IV
Kation golongan IV  : Barium, Stronsium, dan Kalsium
Reagensia golongan  : terbentuk endapan putih
Reaksi golongan  : terbentuk endapan putih
Reagensia mempunyai sifat:
-  tidak berwarna dan memperlihatkan reaksi basa
-  terurai oleh asam-asam(terbentuk gas Co2)
-  harus dipakai pada suasana netral/ sedikit basa

Kation-kation golongan IV tidak bereaksi dengan reagen HCL-, H2S, ataupun ammonium sulfide, sedang
dengan  ammonium  karbonat(jika  ada  ammonia  atau  ion  ammonium  dalam  jumlah  yang  sedang)  akan
terbentuk endapan putih(BaCO3, SrCO3, CaCO3)

GOLONGAN V
Kation golongan V  : Magnesium, Natrium, Kalium dan Amonium
Reagensia golongan  : tidak ada reagen yang umum untuk ketiga golongan V ini
Reaksi golongan  : Tidak bereaksi dengan HCL, H2S, (NH4)2S, atau (NH4)2CO3

Reaksi-reaksi khusus dan uji nyala dapat dipakai untuk mengidentifikasi ion-ion dan kation golongan ini.
Mg memperlihatkan reaksi-reaksi yang serupa dengan  reaksi-reaksi dari golongan keempat. Magnesium
karbonat dengan adanya garam ammonium dapat larut. Reaksi magnesium tak akan mengendap bersama
kation golongan IV. Reaksi ion ammonium sangat serupa dengan reaksi-reaksi ion kalium, karena jari-jari
ion dari kedua ion ini hamper identik

                    Sumber : Vogel. 1990 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar